Hikmah Tidur Siang

Tidur Sebagai Satu Diantara Tanda Kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Tentang tidur siang, sebagian ulama ada yang membaginya ke dalam tiga kategori:

Pertama : Tidur siang pada tengah hari saat matahari bersinar terik. Tidur ini biasa dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua : Tidur pada waktu dhuha. Tidur ini sebaiknya ditinggalkan, karena membuat kita malas serta lalai untuk berusaha meraih kemashlatan dunia dan akhirat. Karena tidur pagi ini memberikan efek negatif bagi tubuh berupa tertimbunnya sisa-sisa makanan di dalam perut yang seharusnya terurai dengan berolahraga juga menimbulkan berbagai penyakit.

Ketiga : Tidur pada waktu ashar. Ini merupakan waktu tidur yang paling jelek.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan kita untuk tidur sebentar di siang hari. Beliau bersabda : “Lakukanlah Qailulah (tidur siang), karena sesungguhnya syetan itu tidak melakukan qailulah” (HR. Ath-Thabrani).

Adakah hikmah secara ilmiyah yang terkandung dalam hal tersebut? Sekiranya kita mengkaji lembar-lembar sunnah niscaya kita kan mendapatkan petunjuk Rasulullah yang sempurna bagi umatnya. Tidak akan ada yang mengingkarinya kecuali orang yang memiliki sifat nifaq dan hasad dalam hatinya. Beliau telah memberikan teladan bagaimana kita meraih keridhaan ilahi dalam setiap detik dari hidup kita, kendati dalam masalah tidur.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. [Ar Rum: 23]

“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. [Al Qashahs: 73].

Jadi tidak hanya sebagai rutintas semata, tidur juga merupakan satu wujud dari rahmatNya nan luas dan kemahakuasanNya yang sempurna. Padanya tersimpan hikmah dan kemashlahatan bagi para makhluk. Tidur juga merupakan satu simbol akan kekuasaanNya untuk membangkitkan makhluk setelah Ia mematikan mereka.

Setidaknya tidur siang memiliki beberapa hikmah:

  1. Untuk menenangkan dan mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas. Sebagaimana firman Allah. “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”. [An Naba : 9]

  2. Untuk menyempurnakan proses pencernaan makanan yang telah masuk ke dalam tubuh. Karena pada waktu tidur, panas alami badan meresap ke dalam tubuh sehingga membantu mempercepat proses pencernaaan.

  3. Pola tidur seseorang memiliki kontribusi cukup penting bagi aktivitasnya secara keseluruhan.

  4. Penelitian ilmiyah yang baru telah menunjukkan bahwa tidur siangnya seseorang waktu kerja bisa mengurangi resiko masalah jantung yang berbahaya, dan mungkin fatal. Para peneliti mengatakan bahwa tidur siang (qailulah) di tempat kerja bermanfaat bagi jantung, karena bisa mengurangi stress dan goncangan jiwa, dimana pekerjaan adalah merupakan sumber utama stres.

  5. Pada penelitian yang lain, para ilmuwan menekankan bahwa tidur siang sangatlah penting, agar seseorang bisa mengganti yang kurang dari tidur malamnya. Tidur malam tidaklah cukup dan terkadang bisa berbahaya kalau waktunya terlalu lama. Oleh karena itu para dokter menyarankan untuk bangun malam disertai dengan melakukan sedikit kegiatan dan agar tidak tidur dengan waktu yang lama, karena itu bisa membahayakan jantung.

  6. Studi yang dilakukan peneliti dari Allegheny College di AS, menemukan bahwa 45-60 menit tidur di siang hari bisa membantu menurunkan tekanan darah setelah mengalami stres dan tekanan saat beraktivitas, ketimbang orang yang tidak tidur.

  7. Dengan tidur malam sekarang yang rata-rata dua jam lebih pendek daripada 50 tahun yang lalu, peneliti mengklaim tidur siang menyediakan cara sederhana untuk meningkatkan kesehatan jantung.

  8. “Temuan kami menunjukkan bahwa tidur siang dapat memberikan manfaat kardiovaskular dengan mempercepat pemulihan kardiovaskular karena stres mental,” jelas Ryan Brindle dan Sarah Conklin, PhD, dari Allegheny College, seperti dilansir Telegraph, Kamis (3/3/2011).

  9. Pada studi ini, peneliti mempelajari 85 siswa sehat yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang tidur siang selama 60 menit dan yang tidak tidur siang. Hasil temuan yang telah dipublikasikan pada Springer’s International Journal of Behavioural Medicine ini menunjukkan bahwa siswa yang tidur siang selama antara 45-60 menit memiliki tingkat tekanan darah lebih rendah secara signifikan selama fase pemulihan pasca-kegiatan (tidur siang) dibandingkan siswa yang tidak tidur. “Percobaan ini membuktikan bahwa tidur siang memberikan manfaat penyembuhan dan protektif,” jelas Sarah Conklin, PhD.

  10. Sebuah studi terbaru menunjukkan tidur siang kemungkinan bisa membuat seseorang menjadi lebih pintar dan menyegarkan otak.

  11. Dalam sebuah studi, peneliti menganalisis 39 mahasiswa untuk menghapal serangkaian nama dan wajah baru pada siang hari dan mencocokkannya beberapa menit kemudian. Didapatkan kelompok mahasiswa yang mendapat tidur siang menghasilkan ingatan yang lebih baik dan meningkatkan skor tes memorinya. “Hal ini disebabkan bagian dari otak yang menyimpan informasi jangka pandek dan memori akan bekerja lebih baik seperti kotak masuk email. Karena saat tidur Anda akan membersihkan bagian otak dan merefresh kapasitas otak untuk menerima informasi baru,” ujar Matthew P. Walker, Kepala Sleep and Neuroimaging Laboratory di University of California, Berkeley, seperti dikutip dari Health, Senin (22/2/2010). Walker juga mempelajari efek berbahaya dari kurang tidur terhadap kemampuan belajar, yaitu kemampuan untuk menyerap informasi baru akan menurun. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association of the Advancement of Science’s di San Diego.

  12. Tidur siang adalah obat ampuh untuk mengatasi stres dan masalah. Kalina Christoff dari University of British Columbia, Kanada mengatakan bahwa dengan tidur siang akan mengaktifkan bagian otak yang berfungsi untuk memecahkan masalah. Dalam studinya, Kalina dan rekannya melakukan scan otak menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) scanner untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam otak ketika seseorang sedang tidur siang. Peneliti mencoba menelusuri setiap perubahan yang terjadi dalam otak dan mengetahui bahwa ketika seseorang tidur, ada bagian yang tetap aktif. Dan terbukti ketika partisipan diberi beberapa tugas dan pertanyaan, mereka yang melakukan tidur siang lebih cepat menyelesaikan tugas ketimbang mereka yang tidak tidur siang. Hingga kini, peneliti menduga bahwa bagian otak yang berfungsi sebagai ‘executive network’ yang berhubungan dengan pemecahan masalah akan tetap aktif meski dalam keadaan tidur. Hal itu didasari oleh hasil scan menggunakan fMRI dimana bagian ‘executive network’ mengalami peningkatan aktivitas paling signifikan, terutama di siang hari. Namun peneliti belum tahu secara pasti mengapa siang hari lebih baik daripada malam hari.

Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang waktu tidur adalah teladan terbaik. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah tidur melampaui batas yang dibutuhkan tubuh, tidak juga menahan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan. Inilah prinsip pertengahan yang Beliau ajarkan. Selaras dengan fitrah manusia. Jauh dari sikap ifrath (berlebih-lebihan) ataupun tafrith (mengurangi atau meremehkan).

Wallahu a’lamu bishshawab
Reference:
Al-sofwah
Almanhaj
Detik

2 responses to “Hikmah Tidur Siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s