HIPOTENSI


بسم الله الرحمن الرحيم

Kisah ini berawal sejak hari minggu [4 April 2010]. setelah bangun dari tidur siang, badan terasa panas & kepala pusing banget. Tidak kuhiraukan awalnya, tapi karena kutunggu beberapa jam tidak kunjung sembuh, sedangkan i have more tasks to be done, maka kuputuskan minum obat sakit kepala. Alhamdulillah…terasa sehat🙂

Kisah hari Senin dimulai🙂

pagi hari yang cerah dengan badan yang sehat. aktivitas pun segera dimulai. pada jam 2 siang saat bangun tidur, kembali badan terasa panas & kepala pusing. akhirnya siang itu kuputuskan untuk istirahat sambil baca2. seperti hari sebelumnya, aku perlu minum obat lagi n Alhamdulillah bisa mengurangi walau sebentar. masih bisa ngerjain tugas🙂🙂

Kisah hari Selasa🙂

Penyakit yang aneh, muncul pada jam2 tertentu🙂

Walaupun Siang itu badan kurang fit, tapi tetep ke kampus karena ada kuliah & giliran presentasi paper. Sepulang dari kampus, langsung ke Dokter. yach…dapat antrian no 5. Kutunggu lama sekali Dokternya belum kunjung datang, padahal sudah mendekati waktu Maghrib. Kukembalikan saja antriannya, hhehe…ga jadi periksa🙂

Kisah hari Rabu🙂

Pulang dari kampus, langsung menuju ke Medical Center ITS. diperiksa sebentar sama Dokter, terus di anjurkan tes widal. Ok…langsung ke Prami*** Lab for test.  jam 14.00 WIB ambil hasil. berdoa terus supaya hasilnya negatip. n finally….Alhamdulillah, test result menunjukkan true negatif.

Ok, balik lagi ke Medical Centre ITS. tetep ada obat buatku🙂

Sudah di kasih obat, aku masih curiga. trus, kalo tidak typus, apa dunk penyebab pusing di kepalaku? iseng2, aku minta tolong lagi sama Dokter untuk cek Tensi.

Finally….bukan sulap apalagi sihir😀

tensi darahku 90/60. wow…fantastis. HIPOTENSI dunk.

Baiklah…yu’ kita review apa itu HIPOTENSI* [jelas ada rujukannya😉 karena aku memang bukan ahlinya]

Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.

  • Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah
  • Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

    Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

  • Penyebab Penyakit Darah Rendah
  • Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

    – Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

    – Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

    – Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

  • Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah
  • Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :

    – Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

    – Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

    – Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

    – Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

    – Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

    Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

    Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.

    *http://www.infopenyakit.com/2008/02/penyakit-darah-rendah-hipotensi.html

    4 responses to “HIPOTENSI

    1. Semoga ukhti Susiana selalu dalam keadaan sehat wal afiyat, jaga kesehatan, jangan diporsir tenaga dan fikirannya ukhti, juga jangan lupa obatnya selalu diminum. Syafaakallah… Salam rindu selalu untukmu Susiana….

    2. Tekanan darah perorangan dinyatakan sebagai tekanan darah sistolik/diastolik, contohnya, 120/80. Tekanan darah sistolik (angka yang diatas) mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot jantung berkontraksi dan memompa darah kedalamnya. Tekanan darah diastolik (angka yang dibawah) mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot jantung mengendur (relax) setelah ia berkontraksi. Tekanan darah selalu adalah lebih tinggi ketika jantung sedang memompa daripada ketika ia sedag mengendur (relax).

      Tekanan darah sistolik untuk kebanyakan kaum dewasa sehat jatuh antara 90 dan 120 milimeter air raksa (mm Hg). Tekanan darah diastolik normal jatuh antara 60 dan 80 mm Hg. Petunjuk-petunjuk sekarang ini menentukan tekanan darah normal lebih rendah dari 120/80.

      *Semoga membantu dalam analisa🙂

    3. Pingback: 2010 in review « Susiana Sari

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s