Malam Lailatul Qodar

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh


Alhamdulillah kita sudah memasuki 1/3 terakhir bulan Ramadhan. ada apa sih? Lailatul qadar itu tersembunyi pada sepuluh malam terakhir (asyril awakhir)🙂


Allah SWT berfirman dalam  QS. Al Qadr 1-5, yang artinya :

  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].
  2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
  3. Lailatul qadar (malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan.
  4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
  5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Keutamaan malam Lailatul Qodar, diantaranya:

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Alah telah memfardhukan atasmu puasanya. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa tidak diberikan kebaikannya, maka sungguh dia tidak diberikan kebaikan” (HR. An Nasai dari Abi Hurairah).
  2. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ubadah ibn Shamid. “Rasulullah mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar. Beliau berkata: “Dia di dalam bulan Ramadhan, di puluhan yang akhir malam 21, atau malam 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam bulan Ramadhan. Barang siapa mengerjakan qiyam pada malam itu karena imannya kepada Allah dan karena mengharap keridlaan-Nya, niscaya diampunilah dosanya yang telah lalu dan dosa yang akan datang.”
  3. Orang yang mendapat Lailatul Qadar, dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat tiba lailatul qadar.

Doa pada malam lailatul qodar.

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ : قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Adapun tambahan kata “kariim” setelah “Allahumma innaka ‘afuwwun …” tidak terdapat satu dalam manuskrip pun. Lihat Tarooju’at no. 25)

Bagaimana cara menghidupkan malam lailatul qodar?

Karena kemuliaannya, banyak orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Pertanyaannya, bagaimana jika kita sedang dalam masa ‘tidak suci’ (haid)? Wahai Saudaraku Muslimah…Haid bagi wanita merupakan salah satu bentuk nikmat dari Allah. Keberadaan darah haid pada wanita menunjukkan bahwa wanita tersebut memiliki kemampuan untuk memiliki keturunan. Sebagian wanita muslimah akan mengalami penurunan semangat beribadah atau bahkan penurunan iman di saat sedang haid. Padahal hal tersebut merupakan kesempatan emas bagi syaithan untuk menggoda mereka. Dari Aisyah RA berkata : Nabi SAW bila memasuki malam sepuluh terakhir dibulan Ramadhan menyingsingkan bajunya dan menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya (Bukhari 2024) (Muslim 1174). Menghidupkan malam-malam Ramadhan tidak dikhususkan dengan shalat saja, tapi mencakup semua ketaatan pada Allah, oleh karena itu sebagian ulama mentafsirkan :

  1. Al Hafidz (Ahmad bin Hajr Al ‘asqolani) berkata : (menghidupkan malam-malamnya) adalah bangun malam dengan menjalankan ketaatan pada Allah.
  2. An Nawawi berkata : menghidupkan malamnya dengan bangun malam melaksanakan shalat dan lainnya.
  3. Dalam kitab (‘aunul ma’bud : syarh sunan Abu Daud): artinya menghidupkan malam-malamnya dengan shalat, dzikir dan membaca Quran Amalan yang paling utama yang dilakukan seorang hamba pada lailatul Qadr adalah shalat malam, Sabda Nabi Saw “Barang siapa shalat malam pada lailatul Qadr dengan keimanan dan pengharapan pahala diampuni dosanya yang telah lalu” (Bukhari 1901) (Muslim 760).

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berdzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 331)

Adakah wanita sedang haid terhalang dari keberkatan lailatul Qadar? Sudah tentu jawabnya tidak, Allah SWT Maha adil. Dari riwayat ini menunjukkan bahwa wanita haidh, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah:

  1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf. (Dalam at Tamhid (17/397, Syamilah), Ibnu Abdil Barr berkata, “Para pakar fiqh dari berbagai kota baik Madinah, Iraq dan Syam tidak berselisih pendapat bahwa mushaf tidaklah boleh disentuh melainkan oleh orang yang suci dalam artian berwudhu. Inilah pendapat Imam Malik, Syafii, Abu Hanifah, Sufyan ats Tsauri, al Auzai, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Merekalah para pakar fiqh dan hadits di masanya)
  2. Berdzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan dzikir lainnya.
  3. Memperbanyak istighfar.
  4. Memperbanyak do’a.

Semoga kita dapat mendapatkan malam penuh keberkahan dan kemuliaan ini.
Amin Ya Rabb.

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Rujukan:

www.muslimah.or.id

http://muslim.or.id/ramadhan/menanti-malam-1000-bulan.html

www.islam-qa.com

2 responses to “Malam Lailatul Qodar

  1. Pingback: 2010 in review « Susiana Sari

  2. Pingback: Ketika ‘Tamu’ (Haid) datang di sepuluh hari terakhir Ramadhan « wahyu rakhmawiyatie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s